Jumat, 24 Agustus 2012

Perkara semangat

Tiba-tiba ingin sekolah lagi.

Kalimat tadi, sama seperti yang aku ucapkan pada ibu setahun lalu. Lalu juga kuceritakan kepada teman-temanku. Padahal saat itu aku belum persiapkan apa-apa. Baru 'kepingin' yang digembar-gemborkan dan sedikit sekali persiapan.

Semangat mulai berdatangan, ada dalam bentuk restu (dari orang tua tentunya), merestui aku untuk pergi jauh menimba ilmu. Ada yang dalam bentuk doa, ada juga dalam bentuk kalimat semangat dengan efek 'getar-getar' hahaha.

Kurang beruntung apa aku? Tapi lucu, saat semangat berdatangan, TUJUAN-ku mengabur. Tujuan utamaku bukan lagi gelar master, tapi tujuanku itu semangat-semangat mereka. Aku mulai mengumpulkan sedikit-demi-sedikit, bukan, bukan persyaratan program master. Aku mulai mengumpulkan seruan-seruan semangat mereka, aku menanti dengan sabar, aku pun semakin haus disemangati.

Lucu ya?
Iya lucu, campur sedikit bodoh.
Tak sadar kalau semangat itu ternyata melenakan. Tujuanku berganti jadi kebutuhan akan perhatian. Akhirnya kesempatan lewat tanpa banyak bicara.



Tapi kini aku masih ingin sekolah lagi. Jangan beri aku semangat. Biarkan aku berjuang dalam hening, aku jago dalam urusan berjuang sendirian. Tapi lena dan buai yang akan mengaburkan pandangan.

Doakan saja, ya, dalam hening. Tuhan pasti dengar :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar