Kamis, 19 Juli 2012

Haru. Biru.

Pernahkah merasa biru dalam pelukan seorang ibu.


Tadi malam, tetiba saya ingin menangis lalu terpergok Ibu. 
Ibu saya tak pernah bertanya kenapa. Sepertinya dia itu memang bisa membaca air mata anak-anaknya. Dia itu tipe yang jarang sekali bertanya, cenderung cuek tapi nyatanya dia tahu keadaannya. 

Dia hanya bilang, "jangan nangis, mama gak mau jadi ikut nangis".

Saya diam. 

"Nangis hanya membuat hati orang semakin kecil" sambil mengusap matanya yang mulai ikut basah.

"Sini" dia menarik saya ke dalam pelukan.

Saya masih tak bicara dan saya rasa saya memang tak perlu bicara. Ibu saya sudah tau segalanya.
Memang saya hanya perlu dipeluk dan diingatkan untuk tidak menggaruk luka. 


Dia terus memeluk saya dengan sampaikan sabda-sabda yang dapat jadi petunjuk untuk kehidupan saya selanjutnya.

Saya menangis bukan karena sedih atau merasa hidup ini berat. 
Entah, banyak hal yang bikin gundah belakangan ini. 


Tapi kini biru telah berganti jadi haru.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar