Aku sayang sekali keluarga ini. Sayang sekali. Rasanya berkah ada di dalamnya. Sampai suatu saat aku sadar bahwa ada hal baik yang dilakukan untukku dengan cara yang tak aku pahami.
Memang aku tak suka bercerita tentang hati.
Karena untuk bercerita aku butuh rasa percaya,
Kini aku belajar, memang lebih baik aku tak akan pernah membuka.
Berdialoglah hanya dengan Tuhan.
Karena hanya Dia yang paham apa-apa saya yang telah kau lalui dan menempamu hingga jadi seperti sekarang.
Hanya dia yang tak menghakimi. Setidaknya tentang hati.
Tapi aku percaya, tak ada yang terjadi tanpa sentuhannya. Termasuk yang dilalui tiap-tiap manusia.
Kita tak akan mampu mengukur keperihan hati orang lain.
Kita pun tak akan sanggup mengadar kebahagiaan di hati orang lain.
Karena sungguh kita tak akan pernah tahu.
Entah siapa yang mengajariku.
Saat orang lain mengakui sesuatu di depanku. Aku tak lantas bergeming.
Aku tak lantas menjawab, terkadang aku cukup berusaha memahaminya.
Jika aku tak paham juga mengapa hal seperti itu bisa terjadi, aku pilih mengajaknya tertawa saja.
Naif jika aku menghendaki semua orang sama.
Terlepas dari kebodohanku yang tak akan bisa kalian pahami.
Aku masih sayang keluarga ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar