10 tahun lalu kurva saya sekitar 50 derajat, sekarang melambung ke 115 derajat. Ya, sangat progresif.
Kenapa bisa? Mungkin saya yang terlalu mengabaikan kebutuhan diri sendiri. Gak ingin terlihat berkebutuhan khusus.
Contohnya. Saat ospek masuk kuliah, senior bagian kesehatan mewawancara tentang kondisi kesehatan mahasiswa baru. Saya cepat saja menjawab tidak punya masalah dengan kesehatan. Tak pernah sedikit pun ingin memakai pita medic. Walaupun saya tahu, orang mampu melihatnya tapi saya tak ingin mengakuinya.
Kebetulan Unpad mempunyai kontur tanah yang berbukit-bukit. Untuk mencapai gedung fakultas, harus jalan menanjak cukup jauh dengan membawa banyak barang bawaan. Ditengah jalan, senior yang bertugas sebagai medic bertanya apa saya sakit. Mungkin saat itu muka saya pucat karena sesak napas. Saya bilang tidak, saya baik-baik saja. Dia bilang apa saya yakin, saya boleh beristirahat tidak perlu takut. Saya meyakinkannya kalau saya baik-baik saja dan terus berjalan.
Ini hanya salah satu contoh, betapa saya mengabaikan tubuh ini. Dan sekarang dia protes :p
Saya bisa sangat terbuka tentang apapun tapi sangat tertutup tentang skoliosis.
Seringkali teman yang ingin tahu memancing untuk membahas, tapi sayangnya selalu saya alihkan.
Malas sekali rasanya membahas kekurangan, saat itu yg dipikirkan adalah saya baik-baik saja dan tak terlalu butuh belas kasihan.
Saya bisa sangat kecewa apabila mama saya membahas hal ini ke orang lain. Ya walaupun sekali lagi saya tahu mereka tak diberi tahu pun sudah tahu. Haha.
Beberapa teman memberi semangat tersirat tanpa diminta dan diceritakan. So sweet sih, tapi saat itu saya malah risih.
Ya tapi sekarang semuanya lebih baik, saya sudah bisa diajak diskusi tentang skoliosis oleh orang lain. Sudah mulai mau mengakui kalau terkadang punya keterbatasan, bukan tak bisa dilakukan tapi jika saya memaksanya keadaan tulang belakang bisa bertambah parah.
Intinya, kalau kamu juga punya skoliosis dan masih setertutup saya dulu. Lebih baik mulai bisa membuka diri perlahan. Sadari betul bahwa tulang belakangmu butuh diperhatikan. Jangan sampai menyesal yaaaa.
Btw, alhamdulillah dengan derajat sebesar ini saya belum merasakan gangguan fungsi tubuh berarti. Everything just fine. Kalau cape tinggal rebahan, semuanya ok lagi. Ya tapi tetap harus segera ditangani, sekarang dalam fase mengumpulkan info, dana, dukungan dan doa untuk operasi koreksi.
Mohon doanya ya, maaf atas segala kesalahan. Life must go on!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar